Mengajarkan Anak Puasa Untuk Pertama Kali

17 May 2018


Mengajari anak puasa mungkin susah-susah gampang bagi Anda. Kadang ada anak yang ingin sekali puasa seperti anggota keluarga lainnya, dan ada juga anak yang tidak ingin. Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak puasa pertama kali?

Sebelum mengajarkan anak puasa, sebaiknya beri pengertian kepada anak terlebih dahulu apa itu puasa dan mengapa mereka perlu menjalankannya tiap tahun. Setelah diberi pengertian, anak mungkin akan lebih mudah untuk mengikuti ibadah puasa.

Berikut ini merupakan tips mengajar anak puasa untuk pertama kali:

1. Beri anak contoh

Memberi pelajaran ke anak sebaiknya dengan contoh. Hal ini membuat anak lebih mudah mempraktikkannya. Contohnya yaitu dari Anda sendiri.
Saat Anda menjalankan ibadah puasa, pasti anak akan bertanya apa itu puasa, mengapa ayah/bunda tidak makan, dan lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan rasa penasaran anak, sehingga anak ingin mencobanya dan mempraktikkannya sendiri. Ingat, di usia anak yang masih muda, anak bisa dengan mudah meniru perilaku seseorang di sekitarnya.

2. Tidak memaksa anak untuk puasa penuh atau sesuai dengan keinginan Anda

Beri anak kelonggaran untuk puasa. Perlu Anda ingat bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan di mana ia masih membutuhkan banyak nutrisi. Selain itu, anak kecil juga belum bisa membantu dirinya sendiri untuk mendapatkan makanan dan minuman sejumlah yang ia butuhkan. Sehingga, memaksa anak untuk puasa penuh atau puasa setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan pada anak.
Sebaiknya mulailah mengajari anak puasa dengan perlahan. Mulai dari puasa beberapa jam dalam satu hari kemudian tingkatkan lagi jika anak sudah berhasil melewatinya. Yang terpenting, anak mengenal dulu apa itu puasa dan bagaimana cara menjalankannya. Kemampuan anak untuk berpuasa lama-kelamaan juga akan meningkat seiring dengan kebiasaannya dalam menjalankan puasa.

3. Minta anak untuk puasa dari makanan tertentu saja

Jika anak sudah terbiasa makan makanan tertentu atau makanan kesukaannya, mintalah anak untuk menghindari makanan tersebut saat berpuasa. Misalnya, jika anak suka cokelat dan keripik, mintalah anak untuk tidak memakannya selama jam puasa. Hal ini dapat membantu menghilangkan kebiasaan buruk pola konsumsi anak. Selain itu, juga dapat membantu anak untuk lebih menghargai makanan.

4. Beri penghargaan pada anak jika ia telah sukses menjalankan puasa

Terlepas dari berapa jam anak sudah puasa atau berapa hari anak mengikuti puasa, sebaiknya beri penghargaan ke anak Anda setelah ia menjalankan puasa. Penghargaan ini dapat menambah semangat anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa lagi dan lagi. Anda tidak harus memberi hadiah pada anak, cukup dengan memujinya dan mengatakan bahwa ia adalah anak yang hebat. Anak sudah dan makin semangat untuk puasa.

Anda juga bisa menyediakan makanan kesukaan anak saat waktunya buka. Ini juga salah satu hal yang membuat anak senang saat menjalankan ibadah puasa. Namun, tetap pilihkan makanan sehat untuk anak yang mengandung nutrisi penting bagi anak, seperti makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Jangan biasakan memberi hadiah ke anak dengan makanan manis karena dapat membawa dampak buruk bagi kebiasaan makan anak.